Showing posts with label kegelisahan. Show all posts
Showing posts with label kegelisahan. Show all posts

Jangan Sampai Hal-hal yang Sepele Membinasakan Anda!

share on facebook

Banyak orang bersedih hanya karena hal-hal sepele yang tak berarti. Perhatikanlah orang-orang yang munafik, betapa rendahnya semangat dan tekad mereka. Berikut adalah perkataan-perkataan mereka:
" Janganlah kamu sekalian berangkat (pergi berperang) di dalam panas terik ini "
                                                (QS. At-Taubah: 81)
" Berilah kami izin (tidak pergi berperang) dan janganlah menjadikan saya terjerumuske dalam fitnah. "
                                                                                                      (QS. At-Taubah: 49)
" Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga."
                                                                                                       (QS. Al-Ahzab: 13)
" Kami takut akan mendapat bencana."
                                                                                                   (QS. Al-Ma'idah: 52)
" ALLAH dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya "
                                                                                                      (QS. Al-Ahzab: 12)

Sungguh, betapa sempitnya hidung-hidung mereka, betapa sengsaranya jiwa-jiwa mereka. Hidup mereka hanya pada sebatas soal perut, piring, rumah dan istana. Mereka tidak pernah mau menengadahkan pandangan mereka ke angkasa kehidupan yang ideal. Mereka juga tak pernah menatap bintang-bintang keutamaan hidup. Kecemasan dan pengetahuan mereka hanya pada soal kendaraan, pakaian, sandal dan makanan. coba perhatikan, betapa banyaknya manusia yang hidupnya dari pagi hingga sore hanya disibukkan oleh kecemasan dan kegelisahan mereka agar tidak di benci istri, anak atau kerabat dekatnya, atau agar tidak mendapat celaan, atau mengalami keadaan yang menyedihkan. Ini semua, pada dasarnya justru merupakan musibah besar bagi manusia-manusia seperti itu. Betapa mereka sama sekali tidak memiliki tujuan-tujuan yang lebih mulia yang seharusnya menyibukkan mereka.

Padahal, pepatah mengatakan: 'Jika air telah keluar dari bejana, hawa kosong akan datang memenuhinya'. Maka dari itu, renungkanlah kembali hal-hal yang selama ini telah menyita perhatian dan hidup anda, atau bahkan membuat anda resah setiap saat. Benarkah semuanya itu pantas memperoleh perhatian dan porsi yang sedemikian besar dalam hidup anda? Mengapa anda harus rela mengorbankan pikiran, daging, darah, ketentraman dan juga waktu hanya untuk persoalan-persoalan sepele tadi!

Pada ahli jiwa sering mengatakan, 'Buatlah batasan yang rasional (wajar) untuk setiap hal!' Dan lebih tepat dari kalimat ini adalah firman ALLAH,

" ALLAH telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu "
                                                                                                  (QS. Ath-Thalaq: 3)

Yakni, letakkanlah setiap persoalan sesuai dengan ukuran, bobot dan kadarnya. Janganlah sekali-kali anda melakukan kezaliman dan melampaui batas.

Abaikanlah hal-hal sepele yang tak penting. Jangan sampai anda hanya di sibukkan olehnya dan waktu anda habis karenanya. Dengan begitu, niscaya kegundahan dan kecemasan akan selalu menjauhi anda, dan anda pun selalu riang ceria.

(sumber La Tahzan/Dr. Aidh al-qarni)
Read More..

Jangan Meletakkan Bola Dunia di Atas Kepala

share on facebook

Beberapa orang merasa bahwa diri mereka terlibat dalam dalam perang dunia, padahal mereka sedang berada di atas tempat tidur. Tatkala perang usai, yang mereka peroleh adalah luka di pencernaan mereka, tekanan darah tinggi dan penyakit gula. Mereka selalu merasa terlibat dengan semua peristiwa. Mereka marah dengan naiknya harga-harga, gusar karena hujan tak segera turun. Mereka selalu berada dalam kegelisahan dan kesedihan yang tak berkesudahan.

"Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras di tujukan kepada mereka."
 (QS. Al-Munafiqun:4)


Jangan meletakkan bola dunia di atas kepala. Biarkan semua peristiwa itu terjadi, dan jangan di simpan di dalam usus. Orang yang memiliki hati seperti bunga karang akan meyerap semua isu dan kasak-kusuk, termakan oleh masalah-masalah kecil, dan mudah terguncang karena peristiwa-peristiwa yang terjadi. Hati seperti ini sangat potensial menjadi awal kehancuran.

Mereka yang berpegang pada prinsip yang benar akan senantiasa bertambah keimanan dengan nasehat-nasehat dan 'ibrah. Sedangkan mereka yang berpegang pada prinsip yang lemah akan semakin takut terhadap keguncangan. Di hadapan segala bencana dan musibah, hal yang paling berguna adalah hati yang berani. Seorang pemberani memiliki sikap yang teguh dan emosi yang terkendali, keyakinan yang menancap tajam, syaraf yang dingan dan hati yang lapang. Sedangkan seorang pengecut justru akan membunuh dirinya sendiri berulang kali, setiap hari, dengan pedang khayalan, ramalan, kabar yang tak jelas, dan kasak kusuk. Jika anda menginginkan sebuah kehidupan yang berlandasan kuat, maka hadapilah semua permasalahan dengan keberanian dan ketabahan. Jangan terlalu mudah digoyang oleh mereka yang tidak memiliki keyakinan.

Jadilah orang yang lebih kuat dari peristiwa itu sendiri, lebih kencang dari angin puyuh. Sungguh kasihan mereka yang memiliki hati yang lemah, betapa hari-hari selalu mengguncang dirinya.

"Dan, sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan(di dunia)."
(QS. Al-Baqarah:96)


Sedangkan orang-orang yang memiliki hati yang kuat akan senantiasa mendapatkan pertolongan dari ALLAH dan senantiasa yakin dengan janjiNya.

"Lalu, menurunkan ketenangan atas mereka"
(QS. Al-Fath:18)

(sumber La Tahzan/Dr. Aidh al-qarni)
Read More..