Jangan Terlalu Lama Berpikir Atau Ragu, Tapi Berbuatlah..Bekerjalah..

share on facebook

Dr. Richard Cabot seorang profesor kedokteran di Universitas Harvard mengatakan dalam bukunya yang berjudul How Humans Live, "Sebagai seorang dokter saya menasehatkan bahwa bekerja telah banyak mengobati orang-orang yang menderita penyakit kelumpuhan jiwa yang diakibatkan oleh keraguan, rasa takut dan ketidakpastian. Keberanian yang di berikan kepada kita oleh kerja keras seperti kepercayaan diri yang membuat Emerson begitu hebat."
 
Allah berfirman,
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung."      (QS. Al-Jumu'ah: 10)

George Bernard Shaw berkata, "Rahasia ketidakbahagiaan itu terletak dalam kesempatan yang di berikan kepada anda untuk berfikir dengan leluasa; apakah anda berada dalam kondisi bahagia atau tidak. Oleh sebab itu, jangan terlalu banyak berpikir tentang hal itu. Sebaliknya, teruslah bekerja, karena saat itu darah anda akan mulai mengalir dan otak anda mulai berpikir lagi. 

Kehidupan yang baru akan melenyapkan pikiran-pikiran itu dari otak anda. Bekerjalah dan jangan pernah berhenti! Karena ini merupakan resep yang paling murah yang pernah ada di muka bumi, dan paling mujarab."


Allah berfirman,

"Bekerjalah, kamu niscaya Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu." (QS. At-Taubah: 105)


Benyamin Disraeli mengatakan, "Kehidupan ini telalu pendek untuk disia-siakan."

Salah seorang bijak bestari yang berasal dari negeri Arab mengatakan, "Kehidupan ini terlalu pendek untuk kita perpendek dengan percekcokan."


Allah berfirman,
"Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?" Mereka menjawab: Kami tinggal (dibumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung." Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu mengetahui." 
                                                                                              (QS. Al-Mu'minun: 112-114)
Read More..

Ketahuilah, Dengan Buku Bisa Meningkatkan Potensi

share on facebook

Membaca buku akan membukakan pintu otak dan akan memandunya kearah kepandaian dan kebijaksanaan. Membaca buku akan memberikan bekal hikmah, akan membuat lisan tidak kelu, meningkatkan kemampuan berpikir, menghantarkan ke wilayah hakekat dan akan menghilangkan yang syubuhat (keraguan). Membaca buku adalah hiburan bagi orang yang senang mengobrol, kenikmatan bagi orang yang merenung dan pelita bagi yang berjalan di tengah malam.


Semakin pengetahuan itu diulang, dikuasai dan disaring, maka semakin pengetahuan itu berbuah, meranum dan tiba saatnya untuk dipetik. Namun demikian pengetahuan itu tetap pada dahannya dan akan memberikan buahnya setiap waktu dengan izin Rabb-nya. Meski para penulis telah mati, namun berita tentang mereka tetap menempatkan mereka di kedudukannya.


Keengganan untuk belajar adalah penjara bagi lisan, kungkungan terhadap nilai pribadi, kebekuan untuk hati, kerusakan bagi otak, kematian bagi kepribadian, kelesuan di tengah perjalanan meraih pengetahuan, dan kekeringan bagi pikiran. Mengapa demikian? Karena buku selalu mengandung faedah, tamsil, kebijaksanaan, cerita dan hikayat yang sangat unik.


Faedah membaca memang sangat banyak dan tidak mungkin dikalkulasi.Karenanya, kita berlindung kepada Allah agar keinginan di dalam hati ini tidak mati, tekad di dalam jiwa ini tidak melemah dan semangat yang ada di dalam dada tidak meredup, sebab itulah musibah dalam arti yang sebenarnya. Read More..

Jangan Marah, Jangan Marah, Jangan Marah !

share on facebook

"Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-A'raf: 200)

Rasulullah mewasiatkan kepada para sahabatnya dengan mengatakan:
"Jangan marah, jangan marah, jangan marah."

Ada seorang lelaki yang marah-marah dihadapan Rasulullah. Lalu, Rasulullah memerintahkannya berlindung kepada Allah dari godaan setan.

"Dan, aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Rabb-ku, dari kedatangan mereka kepadaku."            (QS. Al-Mu'minun: 98)
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahnnya." (QS. Al-A'raf: 201)
Ada hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan, kesedihan, emosi, dan amarah di dalam hati, yang obatnya ada pada diri Rasulullah.

Pertama: Melawan watak pemarah.
"Dan, orang-orang yang menahan amarahnya." (QS. Ali Imran: 134)
Kedua: Berwudhu.
Marah adalah bara api dan api hanya bisa di padamkan oleh air. Rasulullah bersabda: "Kebersihan adalah sebagian dari iman." Juga sabdanya, "Wudhu itu senjata orang mukmin."
Ketiga: Jika seseorang marah dalam keadaan berdiri maka hendaklah dia duduk, dan jika duduk maka hendaklah berbaring.

Keempat: Diam dan jangan berbicara saat sedang marah.
Kelima: Mengingat-ingat pahala orang yang menahan amarahnya, yang memberikan maaf kepada sesama, dan yang bersikap toleran.
Jadi bagaimana dengan anda?
Read More..

Ya Allah !

share on facebook

Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru: "Ya Allah!"

Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru: "Ya Allah!"

Ketika musibah menimpa, bencana melanda dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru: "Ya Allah!"

Ketika pintu-pintu permintaan tertutup, dan tabir-tabir permohonan di geraikan, orang-orang mendesah: "Ya Allah!"

Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus dan semua jalan pintas membuntu, merekapun menyeru: "Ya Allah!"

Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa serasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus anda pikul, menyerulah: "Ya Allah!"

Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keiklasan, dan semua keluhan yang menggundah gulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan kehadirat-Nya.

Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap dan arahkan terus tatapan matamu ke arah-Nya untuk memohon pertolongan! Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-Nya. Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-Nya, keyakinan akan semakin kokoh.karena,

"Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya." (QS. Asy-Syura: 19)

Allah: nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah, ungkapan yang paling tulus dan kata yang sangat berharga.

"Apakah kamu tahu ada seseorang yang sama dengan Dia (yang patut di sembah)."
                                                                                           (QS. Maryam: 65)

Allah: milik-Nya semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, dan hikmah.

"Milik siapakah kerajaan pada hari ini? Milik Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan."
                                                                                                                 (QS. Ghafir: 16)


Allah: dari-Nya semua kasih sayang, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta dan kebaikan

"Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)."
                                                                                                (QS. An-Nahl: 53)

Allah pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan.
Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagiaan dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.
Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam ini rasa kantuk dari-Mu yang menentramkan. Tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini kedamaian. Dan, ganjarlah dengan kemenangan yang nyata. Wahai Rabb, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu. Bimbinglah sesatnya perjalanan ini kearah jalan-Mu yang lurus. Dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu merapat ke hidayah-Mu.
Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya setan dengan bantuan bala tentara-Mu.
Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua.
Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera. Hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal. Hanya kepada-Mu kami memohon dan hanya dari-Mu lah semua pertolongan. Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan penolong.
Read More..

Beban Berat Sebagai Konsekuensi Status (Kedudukan)

share on facebook

Di antara tuntutan dunia yang melelahkan adalah kedudukan. Ibnul Wardi mengatakan,
Beban berat karena kedudukan telah melemahkan kesabaranku.
Wahai deritaku, semuanya karena interaksi dengan semua  kerendahan.

Maksud bait syair ini adalah bahwa kensekuensi dari kedudukan itu sangat mahal dan dapat menurunkan kesehatan. Hanya sedikit orang yang mampu membayar ketentuan pajak sehari-harinya, mulai dari keringatnya, darahnya, nama baiknya, waktu istirahnya, kehormatannya, sampai harga dirinya.

Sabda Rasulullah,
" Janganlah engkau menuntut kekuasaan."

Sabdanya yang lain berbunyi,
" Alangkah bahagianya orang yang menyusui, dan alangkah sengsaranya orang yang menyusu."

Seorang penyair berkata,
      Biarkanlah dunia datang menemuimu dengan sendirinya,
      bukankah ujung dunia adalah kebinasaan.

Bayangkan bahwa dunia ini datang dengan segala sesuatunya. Selanjutnya, akan kemana perginya? Pasti, menuju ujung kefanaan:

"Dan, tetap kekal Wajah Rabb-mu yang mempunyai kebenaran dan kemuliaan."
                                                                                        (QS. Ar-Rahman: 27)


Seorang yang salih pernah berkata kepada anaknya, "Janganlah kamu menjadi kepala (pemimpin) sebab kepala banyak menahan rasa nyeri."

Maksud dari ucapan seorang yang salih itu ialah bahwa jangan terlalu senang untuk menojolkan diri dan ingin menjadi pemimpin. Sebab kritikan, pelecehan dan serangan itu tak lain hanyalah orang-orang yang berada di barisan paling depan.

        Separuh manusia adalah musuh bagi orang
       Yang memegang kendali kekuasaan jika dia adil.

Read More..

Hasbunallah Wa Ni'mal Wakil

share on facebook

"Hasbunallah wa ni'mal wakil",di ucapkan oleh Ibrahim tatkala dia dilemparkan kedalam api, sehingga api itu tiba-tiba menjadi dingin dan tidak menghancurkan Ibrahim. "Hasbunallah wa ni'mal wakil," juga diucapkan oleh Nabi Muhammad saat perang Uhud, kemudian Allah pun menolongnya.

Tatkala Ibrahim diletakkan di manjaniq, Jibril bertanya kepadanya, "apakah engkau butuh kepadaku?" Ibrahim menjawab, "Kalau kepadamu (aku) tidak (butuh), tapi kalau kepada Allah, ya."

Laut itu bersifat menenggelamkan dan api bersifat membakar. Namun air laut itu bisa menjadi kering dan api bisa menjadi dingin, disebabkan "Hasbunallah wa ni'mal wakil".

Musa melihat lautan di depan matanya dan musuh mengejar dibelakangnya. Maka ia pun berkata:
"Sekali-kali tidak akan tersusul, sesungguhnya Rabb-ku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku."    (QS. Asy-Syu'ara: 62)

Dan ia pun, dengan seizin Allah, selamat.

Disebutkan di dalam Sirah Rasulullah bahwa tatkala dia masuk gua (Hira), Allah kemudian menundukkan merpati supaya membuat sarangnya dan laba-laba merajut rumahnya di mulut gua. Sehingga orang-orang musrik berkeyakinan bahwa Muhammad tidak mungkin masuk kedalam gua ini.

Mereka mengira merpati tidak membuat sarangnya dan laba-laba merajut rumahnya untuk sebaik-baik makhluk-Nya
Perlindungan Allah tak membutuhkan tameng-tameng pelindung, tidak pula benteng yang tinggi menjulang.

Ketika hamba menyadari bahwa semua ini adalah perlindungan rabbani tentunya ia juga akan menyadari bahwa di sana ada Rabb Yang Maha Kuasa, Maha Penolong, Pelindung dan Maha Pengasih. Dan saat itulah ia bergantung kepada-Nya.

"Maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami." (QS. Ath-Thur: 48)

"Maka, Allah adalah sebaik-baik penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang diantara para penyayang." (QS. Yusuf: 65)

Read More..

Perbanyaklah Mengucapkan "Ya Dzal Jalali Wal Ikram"

share on facebook

Rasulullah bersabda, "Perbanyaklah mengucap, 'Ya Dzal Jalali Wal Ikram'." Artinya, harus benar-benar mengamalkan hadist ini, memperbanyak mengucapkannya dan senantiasa membacanya. Ucapan yang serupa tapi memiliki nilai yang lebih besar adalah 'Ya Hayyu Ya Qayyum'.

Disebutkan, itu adalah nama Allah yang teragung (Al-Ismul A'zham). Yang bila di seru dengan nama ini, maka Allah akan mengabulkannya dan bila di mohon maka Dia akan memberi. Itu artinya bahwa hamba harus menyeru, memohon pertolongan dan membiasakan diri mengucapkannya. Agar dapat melihat jalan keluar, kemenangan dan kebahagiaan.

"(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabb-mu, lalu di perkenankan-Nya bagimu.) (QS. Al-Anfal: 9)

Dalam kehidupan seorang muslim hanya ada tiga hari, yang seakan-akan ketiga hari itu adalah hari raya baginya.

Pertama, hari ketika ia menunaikan perintah-perintah Allah secara berjama'ah dan ketika ia tidak melakukan kemaksiatan.

"Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kepadamu." (QS. Al-Anfal: 23)

Kedua, hari ketika ia bertaubat dari segala dosa, ketika melepaskan diri dari tindakan-tindakan durhaka dan ketika kembali kepada Rabbnya.

"Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatannya."
(QS. At-Taubah: 118)

Ketiga, hari ketika dia menemui Rabbnya dengan akhir perjalanan yang baik dan amal yang diterima.

"Barangsiapa ingin dan senang untuk berjumpa dengan Allah, maka Allah akan sangat senang berjumpa dengannya." (Al-Hadist)

Maha Suci Dia, sungguh Sempurna dan Agung

Read More..

Adil, Seimbang Dan Jangan Berlebihan

share on facebook

Keadilan merupakan tuntutan akal dan juga syariah. Keadilan adalah tidak berlebih-lebihan, tidak malampui batas, tidak memboros-boroskan dan tidak menghambur-hanburkan. Maka, barangsiapa menginginkan kebahagiaan, ia harus senantiasa mengendalikan setiap perasaan dan keinginannya. Dan ia harus pula mampu bersikap adil dalam kerelaan dan kemurkaannya, dan juga adil dalam kegembiraan dan kesedihannya. Betapapun, tindakan berlebihan dan melampui batas dalam menyikapi segala peristiwa merupakan wujud kezaliman kita terhadap diri kita sendiri.

Duhai, betapa bagusnya keadilan itu! Betapa tidak, syariah senantiasa di tetapkan dengan prinsip keadilan. Demikian pula dengan kehidupan ini, ia pun berjalan sesuai dengan konsep keadilan pula. Manusia yang paling sengsara adalah dia yang menjalani kehidupan ini dengan hanya mengikuti hawa nafsu dan menuruti setiap dorongan emosi serta keinginan hatinya. Pada kondisi yang demikian itu, manusia akan merasa setiap peristiwa menjadi sedemikian berat dan sangat membebani, seluruh sudut kehidupan ini menjadi semakin gelap gulita dan kebencian, kedengkian serta dendam kesumat pun mudah bergolak didalam hatinya.

Dan akibatnya, semua itu membuat seseorang hidup dalam dunia khayalan dan ilusi. Ia akan memandang setiap hal di dunia ini musuhnya, ia menjadi mudah curiga dan merasa setiap orang di sekelilingnya sedang berusaha menyingkirkan dirinya dan ia akan selalu di bayangi rasa was-was dan kekhawatiran bahwa dunia ini setiap saat akan merenggut kebahagiaannya. Demikianlah, maka orang seperti itu senantiasa hidup dibawah naungan awan hitam kecemasan, kegelisahan dan kegundahan.

Dudukkanlah hati anda pada kursinya, niscaya kebanyakan hal yang dikhawatirkannya tak akan pernah terjadi. Dan sebelum sesuatu yang anda cemaskan itu benar-benar terjadi, perkirakan saja apa yang paling buruk darinya. Kemudian, persiapkan diri anda untuk menghadapinya dengan tenang. Dengan begitu, Anda akan dapat menghindari semua bayangan-bayangan menakutkan yang acapkali sudah mencabik-cabik hati sebelum benar-benar terjadi.

Wahai orang yang berakal dan sadar, tempatkan segala sesuatu itu sesuai dengan ukurannya. Jangan membesar-besarkan peristiwa dan masalah yang ada. Bersikaplah secara adil, seimbang dan jangan berlebihan. Jangan pula larut dalam bayang-bayang semu dan fatamorgana yang menipu!

Camkanlah makna keseimbangan antara kecintaan dan kebencian yang di ajarkan dalam hadist Rasulullah berikut :
"Cintailah orang yang anda cintai sesuai dangan kadarnya, sebab bisa saja suatu hari nanti dia menjadi musuhmu. Dan, bencilah musuhmu sesuai dengan kadarnya, sebab bisa saja suatu hari nanti dia menjadi orang yang anda cintai."

Renungkan pula firman Allah berikut:
"Mudah-mudah Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan, Allah Maha Kuasa lagi Maha Penyayang."
                                                                   (QS. Al-Mumtahanah: 7)

Dan ingatlah, sesungguhnya kebanyakan kekhawatiran dan desas-desus itu sedikit kebenarannya dan jarang pula yang benar-benar terjadi.
Read More..

Jangan Bersahabat Dengan Pendengki

share on facebook

Semua orang boleh di ajak bersahabat, kecuali seorang pendengki. Sebab, seorang pendengki akan selalu membawa kita agar menyepelekan nikmat-nikmat Allah, menanggalkan semua kepribadian baik kita, melepaskan ciri kehormatan kita dan meninggalkan semua sejarah baik kita. Kepada Allah lah kita harus berlindung dari kejahatan seorang pendengki ketika mendengki? Betapapun, seorang pendengki itu tetap seperti ular hitam berbisa yang tidak akan pernah diam sebelum menyemburkan bisanya pada tubuh yang tak berdosa.

Kedengkian itu juga seperti makanan asin yang senantiasa merapuhkan tulang. Kedengkian itu juga seperti penyakit kronis yang selalu menggerogoti tubuh pelan-pelan hingga rusak dan membusuk. Ada ungkapan "Tak ada yang menyenangkan dari seorang pendengki, karena ia akan selalu menjadi musuh dalam selimut".

Seorang pendengki, ibarat orang yang menyalakan pemanggang roti, lalu setelah panas ia menceburkan dirinya sendiri ke dalam pemanggang itu. Keresahan, kecemasan dan kegelisahan hidup merupakan penyakit-penyakit yang dilahirkan oleh sifat dengki untuk mengakhiri ketentraman, kesejahteraan dan kebahagiaan hidup. Bencana besar yang menimpa seorang pendengki adalah di karenakan ia selalu melawan qadha'(ketentuan Allah), menuduh Allah tidak adil dalam dalam kebijakan-Nya, melecehkan syariat dan selalu menyeleweng dari ajaran-ajaran yang di sampaikan oleh Rasulullah.

Sungguh, kedengkian itu merupakan penyakit yang tidak bakal mendatangkan pahala dan juga bukan cobaan yang akan mendatangkan balasan baik dari Allah bagi para pelakunya. Seorang pendengki akan selalu panas ketika orang lain mendapatkan kenikmatan dan kelebihan. Dan itu akan berlanjut sampai ia mati atau kadang sampai kenikmatan orang lain tadi sudah tidak ada lagi.

Sungguh, peringatkan diri kita agar jangan sekali-kali mencoba untuk memiliki rasa dengki. Berlindunglah kepada Allah agar tidak bergaul dengan seorang pendengki, karena Dia-lah yang selalu mengawasi kita!

Saya berusaha mencegah diri pribadi saya dan juga anda agar tidak mengidap penyakit dengki. Ini merupakan wujud kasih sayang saya terhadap diri saya sendiri dan terhadap anda sebelum dapat mencurahkan kasih sayang kepada orang lain.
Read More..

Selalu Ingatlah Pada Surga !

share on facebook

Jika selama di dunia ini anda senantiasa di landa kesedihan, menderita penyakit yang tak kunjung sembuh, selalu mengalami kerugian atau diperlakukan secara zalim, maka ingatlah diri anda pada kenikmatan surga yang lebih kekal abadi.

Apabila anda benar-benar meyakini "JALAN" ini dan mengamalkannya dengan benar, niscaya anda akan mampu merubah setiap kerugian menjadi keuntungan dan setiap bencana menjadi nikmat. Orang yang paling berakal adalah yang senatiasa melakukan sesuatu untuk akhirat, dengan keyakinan bahwa akhirat itu lebih baik dan kekal abadi. Sebaliknya, manusia yang paling bodoh di dunia adalah mereka yang memandang dunia ini sebagai segalanya; tempat dan tujuan akhir dari semua harapan.

Karena itu, tidak mengherankan bila anda melihat mereka adalah orang-orang yang paling gelisah ketika menghadapi suatu musibah dan paling mudah larut dalam penyesalan saat malapetaka merenggut semua milik mereka. Itu semua tak lain di karenakan mereka hanya memandang, memikirkan, memntingkan dan hanya berbuat segala sesuatu yang berkaitan dengan urusan kehidupan dunia yang sangat singkat, fana dan tidak bernilai ini. Bahkan, seolah-olah mereka tak rela sedikitpun keceriaan dan kegembiraan mereka di dunia ini terkotori dan terusik oleh hal apapun. Padahal, seandainya mereka melepas tabir kesedihan yang menutupi hati mereka dan membuka katup kebodohan yang menempel di mata mereka itu, niscaya mereka akan berbicara kepada jiwa mereka tentang masih adanya tempat tinggal yang kekal abadi (akhirat), dengan berbagai kenikmatan didalamnya. Dan sesungguhnya - demi ALLAH - alam itulah yang sebenar-benarnya tempat kembali (rumah) yang layak untuk diperhatikan dan diraih dengan usaha yang keras.
  • Pernahkah kita mengingatkan diri kita dengan kebenaran berita Ilahi yang mengatakan bahwa di surga terdapat semua hal yang tidak pernah dilihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terbetik di dalam hati manusia?
  • Pernahkah kita merenungkan secara mendalam bahwa sesungguhnya para penghuni surga itu tak akan pernah sakit, tak mungkin bersedih hati, tak bakal mati, tak pernah menjadi tua sedikitpun?

Apabila tujuan akhir dari perjalanan seorang manusia adalah "rumah" yang kekal abadi ini, niscaya setiap bencana akan terasa ringan, berbagai beban kehidupan akan membuat mata tetap berbinar dan semua kesengsaraan hidup dapat di jalani dengan riang hati.

Maka dari itu, wahai orang-orang yang merasa sedang di lindas kemiskinan, diliputi kesusahan dan dililit berbagai macam kesulitan, teruslah berbuat kesalihan! Dengan begitu, niscaya kalian akan tinggal di surga ALLAH, berdekatan dengan-Nya dan senatiasa mensucikan nama-nama-Nya. Demikian maka,

"Salamun 'alaikum bima shabartum. Maka, alangkah baiknya tempat kesudahan itu." 
                                                                                     (QS. Ar-Ra'd: 24)

Demikian, anda seyogyanya selalu mengingatkan diri sendiri bahwa di surga itu terdapat kesenangan yang sempurna, kegembiraan yang agung dan semerbak wangi yang membuai hidung. Maka dari itu, mengapa kita sering lupa memikirkan semua itu dan berbuat segala sesuatu untuk meraihnya? Renungkanlah!


Related Posts:

Jangan Meletakkan Bola Dunia di Atas Kepala
Hadapi Hidup Ini Apa Adanya !


Read More..

Berdoa... Berdoa Dan Tunggulah !

share on facebook


Kegelisahan, Kesempitan, Kesulitan dan Kesedihan? Kepada siapakah harus memohon pertolongan? Tak lain, adalah hanya Allah yang tiada Ilah selain Dia. Bagiku dan juga anda, adalah suatu kewajiban untuk berdoa dan meminta kepada-Nya dalam keadaan lapang maupun sempit, dalam keadaan mudah maupun ketika sulit.

Kita harus menumpahkan semua permasalahan keharibaan-Nya dan kita juga tetap harus ber-tawassul kepada-Nya, meski dalam keterjepitan seperti apapun. Kita harus duduk bersimpuh didepan pintu gerbang-Nya sambil memohon, menangis, merendahkan diri dan meminta ampunan-Nya. Dan kemudian, tunggulah! Karena pada saatnya nanti akan datang pertolongan, ma'unah (uluran), bantuan dan kemudahan yang bersumber dari-Nya.

"Atau, siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya." (QS. An. Naml: 62)

Jawabannya adalah Allah-lah yang menyelamatkan orang yang tenggelam, memberi jalan keluar orang-orang yang mengalami kesulitan, menolong orang yang dizalimi, memberi petunjuk orang yang sesat, menyembuhkan orang yang sakit dan meringankan beban orang yang mendapat cobaan.

Doa anda kepada Rabb terhitung sebagai wujud lain dari ibadah. Juga sebagai bukti ketaatan besar yang akan mendatangkan suatu pemberian lebih dari apa yang anda minta. Maka itu, seorang hamba yang benar-benar mengetahui hakekat berdoa kepada Allah, niscaya ia tak akan pernah resah, gundah dan kacau pikirannya.

Allah Maha Dekat, Maha Mendengar dan Maha Menjawab. Dia mengabulkan doa setiap orang yang berada dalam kesulitan. Dia memerintahkan anda, karena anda manusia yang selalu membutuhkan dan lemah, dan Dia Maha Kaya, Maha Kuat, Maha Tunggal dan Maha Terpuji - agar senantiasa berdoa. Dia berkata,

"Berdoalah kamu kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu"(QS. Al-Mukminun:60)

Ketika musibah dan bencana datang silih berganti menimpa anda, berdzikirlah kepada-Nya, sebutlah nama-Nya, mohonlah pertolongan-Nya dan mintalah jalan keluar dari-Nya! Tundukkan wajah untuk mengkuduskan nama-Nya demi mendapatkan mahkota kemerdekaan dari-Nya. Lekatkan hidung pada tempat anda bersujud kepada-Nya agar anda mendapatkan keselamatan. Angkat kedua tangan anda, buka kedua telapak tangan anda, perbanyak memohon kepada-Nya, jangan pernah bosan meminta kepada-Nya dan jangan pernah berpaling dari depan pintu-Nya. Harapkanlah kelembutan kasih sayang dari-Nya, nantikan pertolongan-Nya, nyaringkan suara anda tatkala menyebut nama-Nya dan selalu berbaik sangkalah kepada-Nya. Curahkan seluruh waktu anda untuk-Nya dan beribadalah kepada-Nya dengan tekun agar anda mendapatkan kebahagiaan dan kemenangan.




Related Posts:
Read More..

Akibat Memakai Baju Kepribadian Orang Lain !

share on facebook

Larut dalam kepribadian orang lain pada hakekatnya adalah bunuh diri. Memakai baju kepribadian orang lain adalah sebuah pembunuhan yang direncanakan.

"Dan, bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepada-Nya. Maka, berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan." (QS. Al-Baqarah: 148)

"Dan, Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat." 
                                                                                    (QS. Al-An'am: 165)

"Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing)." 
                                                                                    (QS. Al-Baqarah: 60)

Setiap manusia memiliki kelebihan, potensi dan bakat masing-masing. Dan salah satu keagungan Rasulullah adalah kemampuannya untuk menempatkan setiap sahabatnya sesuai dengan kemampuan, bakat dan kesiapan mereka masing-masing. Ali misalnya, di tempatkan pada posisi kehakiman, Mu'adz dalam masalah keilmuan, Ubay yang menyangkut Alqur'an, Khalid ibn Walid dalam persoalan jihad,Hassan dalam masalah syair dan Qais ibn Tsabit dalam orasi.

Menempatkan parfum di tempat pedang tentu sangat berbahaya sebagaimana pedang kala ditempatkan di tempat parfum.

Salah satu tanda kebesaran Allah adalah perbedaan sifat yang ada pada manusia dan karakter yang mereka miliki, serta perbedaan bahasa dan warna kulit mereka. Abu Bakar dengan kelembutan dan wataknya yang pengasih telah memberikan manfaat bagi umat dan agama. Umar dengan sikapnya yang keras dan keteguhannya telah membangkitkan Islam dan pemeluknya. Artinya, menerima dengan penuh kerelaan pemberian yang ada pada diri anda, merupakan karunia. Oleh karena itu, kembangkanlah, tumbuhkanlah dan dapatkanlah manfaat darinya.

(Allah, tidak membebani seseorang malainkan sesuai dengan kesanggupan-Nya." 
                                                                                      (QS. Al-Baqarah: 286)

Taklid buta dan terlalu mudah melebur ke dalam kepribadian orang lain merupakan penguburan hidup-hidup terhadap bakat yang Allah berikan, pembunuhan terhadap kemauan dan penghancuran sistem terhadap karakter penciptaan manusia itu sendiri.

Kebenaran ayat-ayat diatas, masihkah menggunakan keprbadian orang lain?


Read More..

Istighfar Adalah Jalan Keluarnya

share on facebook

Perbanyaklah membaca istighfar agar dapat menemukan jalan keluar, mendapatkan ketenangan batin, harta yang halal, keluarga yang salih dan hujan yang deras.

Allah berfirman,

"Dan, hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabb-mu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah di tentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya."
(QS. Hud: 3)


Dalam sebuah hadist di sebutkan: "Barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar untuk setiap kecemasan dan akan membukakan pintu keluar dari setiap kesempitan."

Anda harus banyak membaca sayyidul istighfar, sebagaimana termuat dalam hadist shahih Bukhari:



"Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku tidak ada Ilah selain Engkau. Engkau ciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan menjalankan semua janji-ku untuk-Mu dengan segala kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku lakukan. Aku kembali kepada-Mu dengan segala nikmat-Mu atasku dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku karena tidak ada yang memberi ampunan terhadap dosa-dosa kecuali Engkau."

Saya yakin istighfar sering kita lakukan, tapi seringkali juga istighfar kita lalai. Jadi semoga ini dapat menjadi pengingat kita bersama. 


Read More..

Shalat Dan Shalat

share on facebook

"Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat." (QS. Al-Baqarah: 152) 

 Jika anda diliputi ketakutan, dihimpit kesedihan dan dicekik kerisauan, maka segeralah bangkit untuk melakukan shalat, niscaya jiwa anda akan kembali tenteram dan tenang. Sesungguhnya, shalat itu atas izin Allah - sangatlah cukup untuk hanya sekadar menyirnakan kesedihan dan kerisauan.  

Setiap kali dirundung kegelisahan, Rasulullah s.a.w. selalu meminta kepada Bilal Ibn Rabbah, "Tenangkanlah kami dengan shalat, wahai Bilal." (Al-Hadits) Begitulah, shalat benar-benar merupakan penyejuk hati dan sumber kebahagiaan bagi Rasulullah s.a.w. 

 Shalat Khauf diperintahkan untuk dikerjakan pada saat-saat genting. Yakni ketika nyawa terancam oleh hunusan pedang lawan yang dapat menyebabkan kekalahan. Ini merupakan isyarat bahwa sebaik-baik penenang jiwa dan penetram hati adalah shalat yang khusyu'. 

Bagi generasi umat manusia yang sedang banyak menderita penyakit kejiwaan seperti sekarang ini, hendaknya rajin mengenal masjid dan menempelkan keningnya di atas lantai tempat sujud dalam rangka meraih ridha dan Rabb-nya. Dengan begitu, niscaya ia akan selamat dari pelbagai himpitan bencana. Akan tetapi, bila ia tidak segera mengerjakan kedua hal tadi, niscaya air matanya justru akan membakar kelopak matanya dan kesedihan akan menghancurkan urat syarafnya. Maka, menjadi semakin jelas bahwa, seseorang tidak memiliki kekuatan apapun yang dapat mengantarkannya kepada ketenangan dan ketentraman hati selain shalat. 

Salah satu nikmat Allah yang paling besar, jika kita mau berpikir adalah bahwa shalat lima waktu dalam sehari semalam dapat menebus dosa-dosa kita dan mengangkat derajat kita di sisi Rabb kita. Bahkan, shalat lima waktu juga dapat menjadi obat paling mujarab untuk mengobati pelbagai kekalutan yang kita hadapi dan obat yang sangat manjur untuk berbagai macam penyakit yang kita derita. Betapapun, shalat mampu meniupkan ketulusan iman dan kejernihan iman ke dalam relung hati, sehingga hatipun selalu ridha dengan apa saja yang telah di tentukan Allah. 

Lain halnya dengan orang yang lebih senang menjauhi masjid dan meninggalkan shalat. Mereka niscaya akan hidup dari satu kesusahan ke kesusahan yang lain, dari guncangan jiwa yang satu keguncangan jiwa yang lain, dan dari kesengsaraan yang satu ke kesengsaraan yang lain. 

Jadi, apakah shalat dapat menjadi obat penyejuk jiwa anda? Pernahkah melalui seperti disebutkan diatas?
Read More..

Sabar Itu Indah

share on facebook

Bersabar diri merupakan ciri orang-orang yang menghadapi berbagai kesulitan dengan lapang dada, kemauan yang keras,serta ketabahan yang besar. Karena itu, jika kita tidak bersabar, maka apa yang bisa kita lakukan ?

Apakah anda memiliki solusi lain selain bersabar? Dan apakah anda mengetahui senjata lain yang dapat kita gunakan selain bersabar?

Bersabarlah karena Allah! Dan sebaiknya anda bersabar sebagaimana kesabaran orang yang yakin akan datangnya kemudahan, mengetahui tempat kembali yang baik dan mengharap pahala. Seberapa pun besar permasalahan yang anda hadapai,tetaplah bersabar. Karena kemenangan itu sesungguhnya akan datang bersama dengan kesabaran. Jalan keluar datang bersama kesulitan. Dan dalam setiap kesulitan itu ada kemudahan.

Banyak biografi sejumlah orang, terkenal dengan besarnya kesabaran dan agungnya ketabahan mereka. Deraan musibah itu mereka anggap sebagai tetesan air dingin yang memercik di kepala mereka. Mereka tak tergoyahkan laksana gunung dan menancap jauh kedalam kebenaran. Dalam waktu singkat mereka dapat melupakan semua kesedihan itu dan wajah mereka kembali berbinar menyorotkan cahaya kemenangan. Bahkan, ada juga di antara mereka yang tidak hanya cukup bersabar, namun justru menghadang semua bencana itu dan berteriak lantang di hadapan musibah-musibah itu.



Artikel Terkait

  
    Read More..

    Ganti Itu Dari Allah

    share on facebook

    Allah tidak pernah mencabut sesuatu dari anda, kecuali Dia menggantinya dengan yang lebih baik. Tetapi, itu terjadi apabila anda bersabar dan tetap ridha dengan segala ketetapannya.

    "Barangsiapa Kuambil orang yang dicintainya di dunia tetap mengharapkan ridha(Ku), niscaya Aku akan menggantinya dengan surga." (Al-Hadits)

    Yakni,barangsiapa kehilangan anaknya tetap berusaha untuk bersabar, maka di alam keabadian kelak akan dibangunkan untuknya sebuah Baitul Hamd (Istana Pujaan).

    Maka, anda tak usah terlalu bersedih dengan musibah yang menimpa anda, sebab yang menentukan semua itu adalah Dzat yang memiliki surga, balasan, penganti dan ganjaran yang besar.

    Para waliyullah yang pernah ditimpa musibah, ujian dan cobaan akan mendapatkan penghormatan yang agung di surga Firdaus. Itu tersirat dalam firman-Nya,

    "Selamat atasmu karena kesabaranmu. Maka, alangkah baiknya tempat kesudahan itu."
                                                                                                         (QS-Ar-Ra'd: 24)

    Betapapun, kita harus selalu melihat dan yakin bahwa di balik musibah terdapat ganti dan balasan dari Allah yang akan selalu berujung pada kebaikan kita. Dengan begitu, kita akan termasuk,

    "Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb nereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."   (QS.Al-Baqarah: 157)

    Ini merupakan ucapan selamat bagi orang-orang yang mendapat musibah dan kabar gembira bagi orang-orang yang mendapat bencana.

    Umur dunia ini sangat pendek dan gudang kenikmatannya pun sangat miskin. Adapun akherat, lebih baik dan kekal. Mereka yang lebih mencintai dunia, hanya mendambakan kenikmatan dunia, hati mereka akan selalu gundah gulana, cemas tidak mendapatkan kenikmatan dunia dan takut tidak nyaman hidupnya di dunia, sehingga mereka selalu memandang musibah sebagai petaka besar yang mematikan. Mereka juga akan memandang setiap cobaan sebagai sesuatu yang gelap gulita selamanya.

    Wahai orang-orang yang tertimpa musibah, sesungguhnya tak ada sesuatu pun yang hilang dari kalian. Allah selalu menurunkan sesuatu kepada para hambanya dengan "surat ketetapan" yang di sela-sela huruf kalimatnya terdapat suatu kelembutan, empati, pahala, ada balasan dan juga pilihan. Maka dari itu, siapa saja yang tertimpa musibah yang hebat, ia harus menghadapinya dengan sabar, mata yang jernih dan pola pikir yang panjang. Dengan begitu, ia akan menyaksikan bahwa buah manis dari musibah itu adalah:

    "Lalu, diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa."     (QS. Al-Baqarah: 13)

    Dan sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik, lebih abadi, lebih utama dan lebih mulia.

    Read More..

    Iman Adalah Kehidupan

    share on facebook

    Orang-orang yang sesungguhnya paling sengsara adalah mereka yang miskin iman dan megalami krisis keyakinan. Mereka ini, selamanya akan berada dalam kesengsaraan, kepedihan, kemurkaan dan kehinaan.

    "Dan, barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya bagi-nya penghidupan yang sempit."     (QS. Thaha: 124)

    Tak ada sesuatu yang dapat membahagiakan jiwa, membersihkannya, menyucikannya, membuatnya bahagia dan mengusir kegundahan darinya, selain keimanan yang benar kepada Allah S.W.T, Rabb semesta alam. Singkatnya, kehidupan terasa hambar tanpa iman.

    Dalam pandangan para pembangkang Allah yang sama sekali tidak beriman, cara terbaik untuk menenangkan jiwa adalah dengan bunuh diri. Menurut mereka, dengan bunuh diri orang akan terbebas dari segala tekanan, kegelapan dan bencana dalam hidupnya. Betapa malangnya hidup yang miskin iman dan betapa pedihnya siksa dan azab yang akan dirasakan oleh orang-orang yang menyimpang dari tuntunan Allah di akherat kelak.

    "Dan, (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat sesat." (QS. Al-An'am:110)

    Kini sudah saatnya dunia menerima dengan tulus ikhlas dan beriman dengan sesungguhnya bahwa "tidak ada Ilah selain Allah". Betapapun, pengalaman dan uji coba manusia sepanjang sejarah kehidupan dunia ini dari abad ke abad telah membuktikan banyak hal; menyadarkan akal bahwa berhala-berhala itu takhayul belaka, kekafiran itu sumber petaka, pembangkangan itu dusta, para rasul itu benar adanya, dan Allah benar-benar Sang Pemilik Kerajaan Bumi dan Langit, segala puji bagi Allah dan Dia sungguh-sungguh Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    Seberapa besar dan kuat atau lemah, hangat atau dingin iman anda, maka sebatas itu pula kebahagiaan, ketentraman, kedamaian dan ketenangan anda.

    "Barang siapa mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl: 97)

    Maksud kehidupan yang baik (hayatan thayyiban) dalam ayat ini adalah ketenangan jiwa mereka dikarenakan janji baik Rabb mereka, keteguhan hati mereka dalam mencintai Dzat yang menciptakan mereka, kesucian nurani nurani dari unsur-unsur penyimpangan iman, ketenangan mereka dalam menghadapi setiap kenyataan hidup, kerelaan hati mereka dalam menerima dan menjalani ketentuan Allah dan keikhlasan mereka dalam menerima takdir. Dan itu semua adalah karena mereka benar-benar yakin dan tulus menerima bahwa Allah adalah Rabb mereka. Islam agama mereka, dan Muhammad adalah nabi dan rasul yang di utus Allah untuk mereka.



    Software islami ensiklopedi hadits kitab 9 imam berisi kumpulan hadits dan terjemah Read More..

    Sebaik-baik Teman Duduk Adalah Buku

    share on facebook

    Di antara sebab kebahagiaan adalah meluangkan waktu untuk mengkaji, menyempatkan diri untuk membaca dan mengembangkan kekuatan otak dengan hikmah-hikmah.

    Al Jahizh menasehatkan untuk senantiasa membaca dan mengkaji agar anda bisa

    mengusir kesedihan. Katanya, "Buku adalah teman duduk yang tidak akan memujimu dengan berlebihan, sahabat yang tidak akan menipumu dan teman yang tidak membuatmu bosan. Dia adalah teman yang sangat toleran yang tidak akan mengusirmu. Dia adalah tetangga yang tidak akan menyakitimu. Dia teman yang tidak akan memaksamu.Dia tidak akan memperlakukanmu dengan tipu daya, tidak akan menipumu dengan kemunafikan dan tidak akan membuat kebohongan."

    Buku adalah sesuatu yang jika anda pandang, maka akan memberikan kenikmatan yang panjang, dia akan menajamkan kemampuan intelektual, membuat lidah tidak kelu dan membuat ujung jemari semakin indah. Dia akan memperkaya ungkapan-ungkapan anda, akan menenangkan jiwa dan akan mengisi dada. Dengannya anda akan mengetahui sesuatu hanya dalam sebulan. Satu hal yang tidak bisa anda dapatkan dari mulut orang selama satu masa. Dengannya, anda juga bisa menghidarkan hutang dan kesusahan mencari rezeki.

    Buku adalah sesuatu yang akan senantiasa taat baik siang hari maupun malam hari. Dia adalah guru yang jika anda membutuhkannya, maka ia tidak akan merasa malu. Dan jika anda meninggalkannya untuk ganti materi, maka dia tidak akan memutuskan faedahnya.

    Kita sadar bahwa buku adalah pilihan terbaik bagi orang-orang yang kosong untuk menghabiskan waktu siangnya dan bagi orang-orang yang suka bersenang-senang untuk menghabiskan malam-malam mereka. Buku adalah sesuatu yang tanpa mereka sadari, memberikan dorongan untuk mencoba, menggunakan nalarnya, membentuk kepribadiannya, menjaga kehormatan mereka, meluruskan agama mereka dan mengembangkan harta mereka.





    Read More..

    Hadapi Hidup Ini Apa Adanya !

    share on facebook

    Kondisi dunia ini penuh kenikmatan, banyak pilihan, penuh rupa, dan banyak warna. Semua itu bercampur baur dengan kecemasan dan kesulitan hidup. Allah menghendaki dunia ini sebagai tempat bertemunya dua hal yang saling berlawanan, dua jenis yang saling bertolak belakang, dua kubu yang saling berseberangan dan dua pendapat yang saling berseberangan. Yakni,  yang baik dengan yang buruk, kebaikan dengan kerusakan,

    kebahagiaan dengan kesedihan. Dan setelah itu, Allah akan mengumpulkan semua yang baik, kebagusan dan kebahagiaan itu di surga. Adapun yang buruk, kerusakan dan kesedihan akan di kumpulkan di neraka. 

    " Dunia ini terlaknat, dan terlaknat semua yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan semua yang berkaitan dengannya, seorang yang 'alim' dan seorang yang belajar," Begitu hadist berkata.

    Maka, jalanilah hidup ini sesuai kenyataan yang ada. Jangan larut dalam khayalan. Dan, jangan pernah menerawang ke alam imajinasi. Hadapi kehidupan ini apa adanya; kendalikan jiwa untuk dapat menerima dan menikmatinya! Bagaimanapun, tidak mungkin semua teman tulus kepada anda dan semua perkara sempurna di mata anda. Sebab, ketulusan dan kesempurnaan itu ciri dan sifat kehidupan dunia.

    Bahkan, isteri anda pun tak akan pernah sempurna di mata anda. Maka kata hadist, " Janganlah seorang mukmin mencela seorang mukminah (isterinya), sebab jika dia tidak suka pada salah satu kebiasaannya maka dia bisa menerima kebiasaan yang lain."

    Adalah seyogyanya bila kita merapatkan barisan, menyatukan langkah, saling memaafkan dan berdamai kembali, mengambil hal-hal yang mudah kita lakukan, meninggalkan hal-hal yang menyulitkan, menutup mata dari beberapa hal untuk saat-saat tertentu, meluruskan langkah dan mengesampingkan berbagai hal yang mengganggu.

    Read More..